Swiss German University dan PT Siemens Indonesia Teken Nota Kesepahaman (MoU) untuk Pengembangan Keamanan Siber

Aditya Bhatara

Kamis, 29 Februari 2024,  Swiss German University (SGU) dan PT Siemens Indonesia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada acara Siemens Indonesia Executive Summit 2024. Acara ini menjadi saksi atas komitmen kedua belah pihak dalam mengembangkan solusi keamanan siber, khususnya untuk teknologi operasional (OT) di sektor industri.

Leonard P. Rusli, B.Sc., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Akademik SGU, Eka Budiarto, S.T., M.Sc., Kepala Program Studi Magister Teknologi Informasi, dan Dr. Charles Lim, B.Sc., M.Sc., Wakil Kepala Program Studi Magister Teknologi Informasi, adalah perwakilan dari SGU yang turut hadir dalam penandatanganan kerjasama tersebut. Sementara dari pihak Siemens, Roland Busch, Presiden dan CEO Siemens AG, Jerman, menyuarakan pentingnya kolaborasi ini dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Kerjasama yang terjalin ini bertujuan untuk mengembangkan solusi keamanan siber yang canggih dan tangguh untuk teknologi operasional di sektor industri. Di tengah perkembangan pesat teknologi, keamanan siber menjadi hal yang semakin vital. Dalam konteks ini, kolaborasi antara lembaga pendidikan seperti SGU dengan perusahaan teknologi ternama seperti Siemens Indonesia memiliki dampak yang sangat positif.

SGU, sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki fokus pada keamanan siber dan pengembangan teknologi informasi, merasa sangat antusias dengan kerjasama ini. Berkolaborasi dengan Siemens Indonesia membuka peluang besar bagi mahasiswa dan peneliti SGU untuk terlibat dalam proyek penelitian dibidang keamanan siber serta lebih memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh sektor industry, sehingga kurikulum dan penelitian di SGU dapat lebih relevan dan berdampak nyata.

Dengan adanya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan industri dapat menjadi salah satu kunci dalam memajukan ekosistem inovasi di Indonesia. Dengan mendorong transfer pengetahuan dan teknologi dari dunia akademis ke industri, serta mengintegrasikan kebutuhan industri ke dalam kurikulum pendidikan. Dengan menggabungkan kekuatan akademik dan industri, bukan hanya menghasilkan inovasi teknologi yang lebih baik, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat langsung dalam proses inovasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *